Diantar Ke Rumahku
“Orang-orang itu, pakai bahasa apa sebenarnya? Dari tadi kudengar-dengar, tapi tak bisa juga kutebak.”
Dengan ujung matanya, Nantulang menunjuk pada beberapa orang yang juga sedang duduk-duduk di dekat mereka.
“Bahasa Madura, Eda,” jawab Mama kepada Iparnya, si Nantulang.
“Eee taheee, itulah rupanya. Pantas tak bisa kumengerti. Kalau Bahasa Jawa, ada sedikit kutahu, karena tetangga si Tongam-Paramanmu yang di Jambi- orang Jawa. Kalau Bahasa Madura, baru inilah kudengar,” kata Nantulang sambil mengangguk-angguk. Dia lalu mencuri-curi lihat, seperti apa wajah orang-orang Madura tersebut.
Chapitres populaires