Rahim untuk Anakku
ujarnya kalem.
“Cie cie, sekarang udah pake aku dan kamu bahasanya.” Embun tertawa terbahak-bahak.
“Asem kamu. Iya, mulai sekarang aku nggak pake lo gue lagi. Kan kamu calon istriku.” Al mencoba melawan rasa malunya.
Pesanan mereka datang. Rica-rica mentok pedas, tempe penyet, juga ada iga bakar yang baunya sudah membuat cacing di perut menggeliat tak sabar untuk bersantap bersama seluruh keluarga.