SETELAH KEMATIAN ISTRIKU
Sementara aku, lebih menyukai pakaian simple seperti kaus dan celana jeans saja.
"Bener-bener ya, kamu, Rin! Celanamu jeans sama boxer semua. Mana muat ini di Kakak? Rok juga gak punya? Astaga, Karina!" omelnya lagi.
Dengan malas, aku membuka pintu laci nakas paling bawah. Mengambil rok panjang navy bermotif polkadot, lalu melemparkannya pada Kak Risma. "Tuh, rok satu-satunya yang dibeliin Mama. Lo pake deh, ngga demen gue!"