Selubung Memori
Ketika kami masuk jalan berpaving, Reila baru berkomentar, “Mereka tidak kedinginan atau memang sudah terlalu idiot untuk merasakan dingin?”
“Kurasa dua-duanya,” kataku.
Secara teknis, kami memakai jaket tebal. Reila bahkan memakai jubah yang agak beda dari biasanya. Kali ini jubah Reila seperti berisi busa tebal dan ada bulu memanjang di tiap ujung. Dia sudah tidak lagi memakai lensa kontak, yang kurasa juga didorong Lavi. “Kau janji takkan pakai lensa kontak lagi,” tuntut Lavi.
Hot Chapters