Tidak Untuk Dimiliki
Kiara langsung melenguh, tangannya mencengkeram bahu Baskara erat-erat, kuku-kukunya menancap di kulit pria itu.
"Bagus," gumam Baskara datar, meski napasnya kini mulai sedikit memburu. Ia menunduk, menindih bibir Kiara dengan ciuman yang dalam, menuntut, dan mendominasi. Ciuman itu bukan tentang berbagi, melainkan tentang menaklukkan.
Di tengah gairah yang membakar kulitnya, Kiara kaget karena Baskara langsung melepaskan ciuman itu. Lelaki itu terlihat langsung berubah wajahnya.