Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Rahim Pengganti

Bukan Rahim Pengganti

Segera kubuka dan kubaca pesan itu. Ana : [dokter] Ana : [ ?????? ] Ana : [ Dokter? ] Ana : [ Ya udah lah, nggak jadi. ] Mirza :[ Kenapa? ] Balasku, sepertinya Ana sudah lama menunggu. Ana : [ Sebelumnya maaf, maaf ... banget.] Mirza : [Nggak usah berbelit-belit.] Ana : [ Saya lagi itu, biasa wanita, saya lupa kalau itu saya habis]
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Balasan Manis Untuk Suami Pengkhianat

Balasan Manis Untuk Suami Pengkhianat

Wanita itu tampak gelisah, sejak tadi hanya menunduk sambil sesekali memainkan ujung jilbabnya. “Zahra, setelah ini apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Alina lembut, mencoba mengajaknya bicara. Zahra mendongak perlahan, menatap Alina dengan ragu sebelum menjawab. “Ara… Ara mau balik kampung sama Ibu dan Bulek,” jawabnya lirih. Pernyataan itu langsung membuat Nenek Halimah, Alina, dan Elang saling berpandangan, terkejut.
10.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Beauty in the Dark

Beauty in the Dark

"Tidak ada hadist shahih yang mengatakan kita harus diam saat adzan berkumandang. Namun, ketika adzan dikumandangkan, bukan perkara terpuji jika seseorang asyik ngobrol dan melakukan hal yang tak bermanfaat untuk dibicarakan dan lakukan. Ada baiknya, kita menjawab Adzan tersebut sesuai yang tercantum dalam hadist, seperti: Apabila muadzin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar maka kita menjawab Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lalu, apabila muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illallah maka, kita menjawab Asyhadu allaa ilaaha illallah. Apabila Muadzin mengucapkan Asyhadu anna muhammadar rasuulullah maka kita menjawab Asyhadu anna muhammadar rasuulullah. Juga, apabila muadzin mengucapkan Hayya
105.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
PERMINTAAN GILA KAKAKKU

PERMINTAAN GILA KAKAKKU

Membuang nafas kasar lalu kembali menatap datar. “Tidak ada amalan-amalan yang agung, kecuali Allah telah menanamkan cahaya ikhlas yang dapat menghidupkan amal tersebut.” Aku terdiam. Enggak paham. “Maksudnya?” “Dalam hadis kudsi, Rasulullah pernah bertanya pada Jibril tentang ikhlas. Lalu Jibril berkata, “aku telah menanyakan hal itu kepada Allah”, lalu Allah berfirman: “ikhlas adalah salah satu dari rahasia-Ku, yang Aku berikan ke dalam hati orang-orang yang Aku cintai dari kalangan hamba-hamba-Ku”.”
10149.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
dhee_n@
ini statusx msih bersambung thor, apa ad kemungkinan masih ad lnjutanx thor? stdakx bonchap msh mw lht daffa menmbal sobekan2 RTx, membahagiakan kel kclx aplg risa msh trauma smpe ad adekx cila thor... berkali2 ulang bc ttp sj nyesek... yok bs thor...
Eni Rahayu
seru banget ceritanya,,,, tambahin lagi hall babnya, kuarng puas bacanya kalau cuman 4 bab tiap harinya,,, soalnya bagus banget ini cerita, selalu aku update trs tiap jam, sangking nggak sabaranya aku dengan cerita selanjutnya......
Baca Semua Ulasan
TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

Hilya membaca surat Al-Baqarah ayat 216: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." Ayat itu menggema di hati Hilya, menimbulkan perasaan campur aduk. Apakah keputusan Abi dan Umi benar-benar takdir yang terbaik untuknya? Tiga hari berlalu dengan cepat. Hari ini adalah hari di mana Hilya akan bertemu dengan orang tua pria yang dijodohkan untuknya. Hilya duduk di ruang tamu, mengenakan gamis sederhana berwarna biru muda. Tangannya bermain dengan ujung jilbabnya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang semakin tidak terkendali.
10899 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Membalas Suami dan Sahabatku

Membalas Suami dan Sahabatku

Aku harus sering-sering mengikuti pengajian untuk menambah kecintaanku kepada Allah SWT, sang pemilik kehidupan. Aku tahu, di balik ujian dan cobaan hidup yang diberikan oleh Allah padaku, pasti ada hikmah di balik semua itu. "Sarapan yuk, Non. Nasi gorengnya sudah Mbok hidangkan di atas meja!" Ucapan Mbok Yuli tersebut seketika membuyarkan lamunanku. "Iya, Mbok. Kita sarapan sama-sama ya," ajakku sambil menyunggingkan senyum manis kepada wanita yang sudah kuanggap seperti orang tuaku tersebut.
1034.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

ucap A:ana dengan serius dan dia juga bingung kenapa ini bisa terjadi “Aku juga nggak tahu, semakin memikirkan hutan ini, semakin bingung aku, lebih baik sekarang kita petik lidah buayanya dan kembali ke yang lain” ucap Rain pada Alana dengan serius dan Alana pun mengangguk dan setelah itu mereka berdua memetik beberapa lidah buaya dan setelah itu dia kembali ke yang lain karena dia sudah mendapatkan lidah buaya untuk obat tangan Anna
9.130.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Menjadi Janda di Malam Pertama

Menjadi Janda di Malam Pertama

Ahamad, suaminya itu bersikap sangat manis. [Terima kasih banyak, Bib.] [Saya tidak hanya menerima kasih, tapi juga menerima sayang dan cinta. Uhibbuki Fillah, Anjani. Sampai berjumpa di ranjang yang sama besok malam 😘] Balasan terakhir dr. Ahmad sukses membuat Anjani salting sendiri, ia bahkan sampai kayal-kayal dan menutup wajahnya dengan bantal, sebab tak dapat menahan kegirangan.
1067.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Keturunan Untuk Suamiku

Keturunan Untuk Suamiku

panggil Fahira lembut, memecah keheningan pagi. Fadil menoleh dan menatap mata istrinya dengan senyum teduh. "Ada apa, Sayang?" "Aku pernah dengar ceramah," ujar Fahira dengan suara pelan, mencoba merangkai kata-katanya. "Ustadz itu bilang, Allah itu Maha Baik. Setiap ujian yang diberikan, pasti ada hikmahnya. Mungkin... mungkin kita belum dikasih anak sekarang, karena Allah tahu ada rencana yang lebih indah untuk kita di masa depan."
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Istri yang Kehilangan

Pembalasan Istri yang Kehilangan

"Apa kau sudah puas sekarang ini?" Senna membaca surat pernyataan yang ditulis oleh Samuel. Senyum puas terukir di bibirnya lalu dia menanggapi Samuel dengan santai, "Ya, aku merasa lebih tenang dengan adanya kesepakatan tertulis ini. Ini untuk kebaikan kita berdua. Sehingga tidak ada pihak yang akan dirugikan." Senna mengulurkan kertas itu pada Samuel. "Kau lupa memberikan tanda tangan. Tidak akan berguna jika surat ini tanpa ada tanda tanganmu."
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai balasan ana uhibbuka fillah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status