Pura-Pura Buta
Lalu, demi membela laki-laki sedingin es itu, aku harus ….
Ada yang nyeri. Bukan karena dihukum, tapi karena balasan yang kuterima dari laki-laki tersebut.
"Nggak papa, sesekali bikin masalah. Apalagi nih, sebelum kututup, tuh, aku sudah dipanggil Bunda," ucapku berbohong untuk mengakhiri panggilan Santi.
"Nggak ada, I Miss you, cepat comeback," balasnya.
Aku terkekeh, "Miss you too."