Benih Papa Sahabatku
Danile menutup mulutnya dengan tissue namun ketika dilihat, tissuenya terdapat darah.
"Astaghfirullah, Mas! Batukmu berdarah. Ya Allah, Mas ... kita ke rumah sakit sekarang! Aku mohon, kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Namira diringin deraian air mata. Daniel tidak kaget melihat darah pada tissue itu. Sebelumnya memang batuk Daniel mengeluarkan darah tapi dia hanya diam. Tidak cerita pada Namira.
"Sayang, tenang ... aku gak apa-apa. Aku baik-baik saja, Sayang." Suara Daniel terbata-bata. Ia bermaksud ingin menenangkan wanita yang dicintai.