BLIND HEART [INDONESIA]
tanyaku sengit.
"Kau tak mengerti karena kau terlalu naif," sahut Tuan Max datar.
"Iya, dan anda terlalu brengsek!"
"Yes, i'm, dan aku belum menunjukkan semua kebrengsekanku padamu."
"Aku tak berkeinginan melihatnya," sahutku ketus.
"Kita lihat saja nanti," ucapnya, menampilkan senyum smirk.
"Ekhem, maaf mengganggu, Tuan. Tuan besar sudah tiba dan ingin bertemu dengan anda," ucap Jo menunduk, tak sedikitpun melirik ke arah kami.