Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelayan Cantik Tuan Arogan

Pelayan Cantik Tuan Arogan

Gian sadar, karyawannya nampak heran, ia lalu menatap mereka satu per satu, di balik kaca, dan tak lama ia berjalan ke luar menunu meja karyawannya. Ia berhenti di salah satu meja, lalu menepuk meja perlahan, dan berkata dengan suara rendah tapi mantap: “Kita mulai hari ini dengan baik. Jangan khawatir tentang hal-hal kecil. Abaikan yanh telah terjadi sebelumnya” Karyawan masih tercengang, sekaligus merasa lega. Tak ada ledakan suara dan tak ada benda yang terlempar.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Bau keringat dingin yang asam bercampur dengan kecemasan yang menggantung tebal di langit-langit, menciptakan kesunyian yang mencekik. ​Karyawan berjalan cepat dengan kepala tertunduk, mata mereka terpaku pada lantai atau layar ponsel. Tidak ada yang berani berbisik, apalagi tertawa. Seolah-olah suara sekecil apa pun bisa memicu ledakan besar.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

*** Keesokan harinya, aku melangkah ke kantor dengan semangat penuh, hingga para satpam dan beberapa karyawan menatap aneh padaku yang terus tersenyum. Abimana tersenyum sepanjang lobi kantor? Ini adalah sejarah baru, rekor bari di Wira Bangsa Group. Tiba di ruangan aku langsung terangsang melakukan pekerjaan, entahlah seperti baru saja mendapat suntikan semangat.
1064.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Skandal sang Nyonya Muda

Skandal sang Nyonya Muda

Ia berusaha menjaga suaranya tetap tenang. “Kenapa tidak kita bicarakan di kantor saja? Anda tahu bukan, jam segini membicarakan urusan kerja padahal kita tidak dekat sedikit pun… bukankah itu tidak sopan?” Di seberang, terdengar tawa kecil penuh ejekan.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah karena Wasiat

Terpaksa Menikah karena Wasiat

tanyanya gantian bingung. "Saya sudah bertahun-tahun nyapa mereka tiap mereka nyapa saya. Masa harus ada yang ngelarang saling sapa di Kantor? Kantor saya ini menanamkan 5S. Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Atau paling nggak senyum aja udah cukup."
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Cinta Terlambat

Cinta Terlambat

Mereka juga heran dengan sikap Brian, tidak pernah ada senyuman dan penuturan lembut. Pemimpin muda yang mempunyai paras menawan, pandai dalam berbisnis, pintar dalam berbicara dan sadis dalam bekerja sama namun tidak pernah terlihat sekalipun tersenyum ke arah semua karyawan nya di kantor. Itulah yang sangat di sayangkan oleh semua karyawan melihat Brian yang selalu dingin dan jarang sekali tersenyum ramah. Brian membuka pintu ruangan nya, ruangan yang selalu bersih dan tercium wangi yang khas kesukaan Brian, ia berjalan menuju kursi milik nya lalu duduk dan menyenderkan kepala nya.
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

bisik Mario rendah, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang terasa begitu intim sekaligus menjengkelkan. Jantung Cassandra berdegup kencang. Ia refleks memundurkan kepala, namun dinding beton di belakangnya menahan gerakannya. "Mario, jaga jarak. Ini masih di lingkungan kantor. Kalau ada yang mendadak lewat tangga ini, kita bisa habis." "Tangga darurat ini sepi kalau hari libur, tidak akan ada yang lewat," sahut Mario santai, namun matanya berkilat gelap, menatap intens bibir Cassandra yang dilapisi lipstik tipis seadanya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

Jessie menelan ludah. Sehebat apa CEO ini sebenarnya? Mereka berjalan menyusuri lorong sunyi dengan pencahayaan temaram. Para karyawan bekerja dalam keheningan profesional. Tidak ada yang berbicara keras. Tidak ada yang tertawa. Seolah satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Jessie merasakan telapak tangannya dingin. Akhirnya mereka berhenti di depan pintu kayu solid bertuliskan CEO.
9.9101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

Ia tersenyum tersipu sambil mengedipkan mata. Easton menatapnya, membuat jantung Emberly berdetak dengan sukacita. Emberly tersenyum semakin lebar dan hendak melangkah kembali mendekati Easton, saat CEO itu berkata, "Emberly, next time kamu ingin menemuiku, wears a proper working outfit. You aren't in a club or on a date. You're working in my company."
1012.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 512 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Catatan Si Boi

Catatan Si Boi

Dan aku bertekad membawa budaya kerja Geger Kalong ke perusahaan ini. Saat aku ingin masuk ruang kerja, sekretarisku mengatakan bahwa tadi HP ku berbunyi. Aku memang sengaja tidak membawanya, karena khawatir jika ada panggilan masuk, suasana rapat akan terganggu. Belakangan baru aku tahu bahwa ada mode silent di fitur HP yang bisa diaktifkan jika pemiliknya sedang tidak ingin diganggu.
9.916.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai be quiet and don't even smile in the office
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status