Sinar di Balik Pengkhianatan
Julianti menunduk, menyembunyikan sinar sindiran di matanya, lalu lembut meletakkan tangan di lengan Suryanto, suaranya melunak, "Aku percaya padamu."
Keesokan paginya, Suryanto membawa Julianti ke Pemakaman Sentosa.
Julianti berdiri di samping, tanpa perasaan, menyaksikan sang master mengayunkan pedang kayu persik sambil melafalkan mantra, melihat Suryanto menaruh sebuah kotak abu kosong ke dalam ruang makam di bawah batu nisan. Sepanjang ritual, Julianti tak memperlihatkan sedikit pun emosi, seperti menonton sebuah sandiwara membosankan.
Hot Chapters