My Bittersweet
Terlihat beberapa jahitan di sana, walau tak dalam, tapi luka goresan mengangga itu sudah cukup bagi Nayaka untuk merasa bersalah.
“Pelan-pelan, Ka,” desis Bahana.
“Maaf,” jawab Nayaka sambil berusaha menahan air matanya.
“Hei, jangan menangis,” kata Bahana berusaha bangkit, tapi Nayaka menekan dadanya untuk tetap berbaring.
Yang bisa dilakukannya hanya mengusapkan jemarinya ke pipi Nayaka dan mengusap air mata yang mengalir di sana.
“Jadi, will you marry me?” goda Bahana membuat Nayaka menekan dengan kuat luka itu karena kesal. Bisa-bisanya dia mengucapkan kata itu lagi.
Hot Chapters