Belahan Jiwa
tutur ibu lagi.
Aku mengangguk mengiyakan dan mulai tersenyum lemah. “Bu, apa semuanya sudah pulang?” tanyaku sambil membersihkan sisa-sia air mata.
“Ya, mereka sudah pamit dengan Ibu. Tadi mereka ingin pamit denganmu, tapi Ibu melarang.”
“Terima kasih Bu, Ibu selalu mengerti diriku,” ungkapku memeluk tubuh ibu.
“Ya, tapi Ibu minta sama kamu. Jangan sedih berlarut-larut. Perjalanan hidup kita masih panjang, Nak,” nasihat ibu yang langsung aku iyakan.
Hot Chapters