Rayuan Maut Para Tetanggaku
Punggungnya tampak jelas, putih mulus, hanya tertutup kaitan bra tipis berwarna putih gading dengan model renda.
Aku menggelengkan kepalaku, lalu melirik sekilas ke arah Gatot yang rasanya seperti bangun lagi, tapi masih bisa ditahan. “Tahan, Bim. Dikit lagi selesai ini.”
Aku buru-buru fokus pada kran itu. Sampai akhirnya, aku dapat sesuatu yang menyumbat salurannya, yaitu segumpal tisu.
“Huh, akhirnya dapet,” gumamku lirih, lalu segera memasang dan merapikan kran itu lagi.