Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GEMA JATI

GEMA JATI

Sebuah bekas luka bergaris di punggung telapak tangan kanannya. Tanpa menoleh, Adipati Ginggana membalas, “Aku sudah tanya petugas CCTV pusat. Mereka malah bilang rekaman sore hampir petang di bundaran pasar hilang, tapi mereka temukan Jati.” “Mana? Di mana Jati anakku?” Adipati Ginggana mengangkat ponsel. Video yang diputar tertampil di layar. Jiwa dan ayah Jati mencondongkan badan untuk melihat video itu.
413 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as bende mataram
Read
+Library
(Bukan) Gadis Matre sang Juragan

(Bukan) Gadis Matre sang Juragan

Nia bingung; Bayu tiba-tiba saja tampak marah, padahal ia tidak melakukan apa pun yang membuatnya kesal. Perjalanan selanjutnya terasa semakin lama karena Bayu mendadak bersikap tidak ramah. Beberapa saat kemudian, laju mobil mulai melambat dan berhenti di sebuah lahan yang cukup luas. Di sana, ada sebuah rumah sederhana bercat putih yang mulai memudar oleh waktu. Atapnya berbentuk pelana dengan genteng merah yang sebagian sudah terlihat kusam. Ada tulisan Panti Asuhan Al-Mahramah di depannya.
1022.5K viewsCompletedAdded to Library 766 Times as bende mataram
Read
+Library
Pemikat Para Gadis Desa

Pemikat Para Gadis Desa

Andre tersenyum ramah, menepuk bahu Mamat yang kini memegang penuh kepercayaan untuk mengelola usaha di daerah tersebut. "Tempat ini saksi bisu, aku merintis usaha sampe besar kayak sekarang, Mat. Makin gemuk aja nih,” balas Andre. “Gimana ga gemuk, gaji gede, tempat tinggal ada, makan ada, lajang lagi,” sahut Mamat sambil tertawa. “Kangen desa ini, kangen kalian, Mat. Aku ke ruko depan, ya,” pamit Andre.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as bende mataram
Read
+Library
Air Mata Rani

Air Mata Rani

ajak Nyonya Aksan seraya memegang pundaknya. “Nah, ide bagus itu, Ma. Mama belanja ditemani Rani saja!” pungkas Baska dengan tersenyum lega. Setidaknya, Ia akan terbebas dari rasa capek akibat hobby belanja mamanya yang suka sekali keluar masuk toko baju.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as bende mataram
Read
+Library
Purba Mahkota

Purba Mahkota

lagi. “Kalau begitu, sampai jumpa.” Pamit dan segera mencubit gulungan lengan baju seragam panjang Mahendra dengan pelan, Rarasati mengajak. “Ayo kita pulang.” …. Di perjalanan pulang, Rarasati yang terbuai dengan pemandangan langit sore juga silaunya sinar hangat dari matahari terbenam, berujar memecah keheningan dengan memulai pembicaraan.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as bende mataram
Read
+Library
Brajasena Sang Ksatria

Brajasena Sang Ksatria

Iswana tidak tahu banyak tentang dunia luar, tetapi Brajasena sangat jelas. Rumah perdagangan adalah bisnis terbesar di Kerajaan Mataram. Cabangnya ada di setiap kota di Kerajaan Mataram. Bisnis ini sangat makmur, dan bahkan ada rumor bahwa Rumah perdagangan ini adalah industri milik Provinsi medang. Namun ini hanyalah rumor dan belum terkonfirmasi. Poin lainnya adalah meskipun harga di Rumah perdagangan ini sedikit lebih mahal daripada di luar, reputasinya sangat terjamin, dan semua barang yang dijual dijamin keasliannya.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as bende mataram
Read
+Library
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Matanya terperangah tak lama kemudian. "Bukankah ini lambang Mataram?" Tanyanya pada Rangga yang langsung diberi anggukan benar. Lambang yang dimaksud adalah gambar bulan sabit dan dua buah keris yang saling menyilang. Simbol yang berada di bendera kebesaran Mataram.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as bende mataram
Read
+Library
Ahli Waris

Ahli Waris

Sontak kami berdiri dan melihat sesuatu yang tidak bisa kami percaya. “Apa? Mereka yang membeli kambing itu?” ucapku dan Rahman menepuk jidat. “Gawat, Gus!” “Ehh, ada orang di Kota Mataram. Kamu, mau baku hantam?” “Man … kenapa ada Ibu Menor dan Laki Gendut?” ***
9.7418.7K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as bende mataram
Show Reviews (125)
Read
+Library
Esi Apresia
Halo pembaca. Tolong kalau komen yang bijak ya. Kami author berusaha memberikan yang terbaik buat pembaca. komen membangun sangat kami butuhkan. Jadilah pembaca yang bijak. Dukungan positif kami butuhkan dari kalian semua. Terima kasih.
Adista Tanuwijaya
ada novel cetaknya gk kak?mahal kl baca disini tiap bab tuker koin tiap bab tuker koin,buat yg gemar baca tp bnyk duit mungkin gk masalah tp buat yg gemar baca tp kekurangan gimana?bisa baca gk bisa mkn ini mah.
Read All Reviews
Sebening Tirta

Sebening Tirta

Melihatku yang tak banyak memberi reaksi, perawat berpostur mungil itu memasang muka masam sambil berlalu membawa berkas-berkas di tangannya. Tempat itu sesungguhnya jauh dari kata menyeramkan, bangunan empat lantai yang megah dengan lahan parkir luas, di bagian depan, taman bunga warna-warni menyambut siapa pun yang singgah dengan senyum cerah. Suara gemericik air mancur dan kolam ikan mini di tengah taman sungguh menenangkan hati. Pohon-pohon buah yang rimbun, beberapa tempat duduk berkanopi dan jalan setapak berkerikil kecil, sungguh manis sekali. “Di mana Damar?” Tanpa sedikit pun mengurangi laju langkah, kulontarkan balik sebuah pertanyaan pada Martha yang masih menunggu pendapatku meng
9.33.5K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as bende mataram
Read
+Library
Dendam Permaisuri yang Terbuang

Dendam Permaisuri yang Terbuang

Crash! Tring! Ribuan panah berhamburan ke udara memenuhi langit di lautan perbatasan Kerajaan Baskara dan wilayah kekuasaan Kerajaan Bamantara. Kapal-kapal kecil yang membawa prajurit Bamantara yang hampir menepi ke dermaga beberapa telah karam. Mayat-mayat bergelimpangan, bau asin air laut bercampur bau anyir darah. Air lautan berubah merah dalam waktu sekejab. Tidak mau kalah, lelaki bertubuh kekar nan gagah, seorang panglima perang Kerajaan Bamantara pun berdiri menjulang di ujung kapal.
1025.0K viewsCompletedAdded to Library 950 Times as bende mataram
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status