Playboy Kampus
“Kamu begitu indah, Rin. Sama indahnya dengan matahari yang tengah bersinar itu. Hangat…, ah begitu menyengat. Kamu benar-benar seperti aliran listrik yang setiap saat siap menyengatku. Panas yang kamu tawarkan begitu membakar jiwaku,”
“Kamu ngomong gombal apaan lagi sih? Kayak orang gila aja,”
“Sama indahnya dengan matahari, Rin.”
“Ih, rupanya kamu tambah gila…” seru Ririn yang kian cuek.
Beryl masih memegang lengan Ririn dan kembali mengelus-elusnya dengan lembut. Kali ini Beryl melakukannya dengan lebih mesra dan begitu romantic. Entah siapa yang mulai terbakar lebih dulu. Beryl ataukah Ririn?”
Hot Chapters