Sketsa Cinta Arina
Aku menaruh tempe yang sudah matang di hadapan pentonton kami yang mulai lapar.
"Enak, Rin."
"Makasih, Bu."
"Ngomong-ngomong, karena kamu sudah jadi pacar keponakan saya, kamu bisa panggil saya 'Tante' juga lho."
"Aduh, nggak enak, Bu. Saya kan karyawan Ibu," jawabku malu-malu.
"Nggak apa-apa, kalau pas bukan jam kerja saja, seperti sekarang. Ya?"
"Ya, Bu. Eh, Tante." Aku terkikik malu. Andre pun menyenggol lenganku, aku balik menyenggolnya, dia balik menyenggol lagi.
Hot Chapters