EMERALD
“Ha–hai, kenalin juga aku Dinda. “ Balas Dinda dengan gugup ia terus menunduk, ia tidak berani menoleh atau pun mengangkat wajahnya seperti ada yang mengancamnya.
Kursi Dinda memang di kenal angker, tidak ada satu pun yang berani duduk di sebelah nya.
Anak ini pasti ada yang bully kan? Atau sifatnya memang kayak gini? Ahh tidak mungkin–
“Oke, sekarang kita mulai pelajarannya ya. “ Potong Bu Riska, saat Alin sedang menatap Dinda dengan penuh pertanyaan di dalam pikirannya.
***
Tring... Tring... Tring...
Bel berbunyi, itu tandanya waktu istirahat telah tiba. Siswa dan siswi berhamburan keluar kelas, mereka bergegas menuju kantin.
Samuel berjalan, menghampiri Alin.
Hot Chapters