OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU
"Ish," desisku, pria di depanku itu terkekeh melihatku.
"Ya, udah. Makasih ya …." Pria itu berkata masih dengan sisa tawanya.
"Untuk?"
"Untuk sebuah mimpi, yang sekarang sedang aku kejar. Sebuah mimpi yang membuat mas merasa harus tetap bersemangat untuk merengkuhnya suatu saat nanti."
Dan lagi-lagi Mas Bima mengucapkan kalimat yang tidak aku pahami. Mimpi apa, dan apa hubungannya denganku, sehingga harus berterima kasih.