Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)
Lingkungan yang nyaman, tak seperti hati dan nasibku yang akhir-akhir ini terombang ambing setelah dipaksa memasuki kapal pasangan lain.
“Memisahkan tempat tinggal kami memang salah satu solusi untuk menciptakan ketenangan, tapi mungkin Kamu lupa jika sifat dasar perempuan adalah tidak ingin berbagi pasangan. Anggap saja aku sudah ada di sini, kamu pun bisa adil seadil-adilnya meskipun itu sangat mustahil, anggap saja kamu bisa,” ungkapku seraya menatap langit yang mulai menunjukkan semburat jingga. “Tapi, saat Kamu di sini, dia yang ada di sana sedang menangis, menunggu kehadiranmu. Begitupula aku yang ada di sini saat Kamu berada di sana. Lalu, apa itu yang namanya bahagia? Sampai kapanpun
Hot Chapters