Nafkah yang Keliru
“Salah enggak sih, kalau aku pengen istirahat sebentar aja tanpa harus mikirin tuntutan buat jadi istri dengan segala kewajibannya? Akhir-akhir ini aku merasa enggak pernah tenang.”
“Kamu mau cari ketenangan ke mana, kalau orang mati aja masih minta didoakan sama yang masih hidup biar tenang? Enggak ada jaminan juga kamu akan bahagia kalau pisah, bisa aja kamu malah lebih sengsara. Walaupun, perpisahan itu atas kemauan aku, tetap aja Ra, pada awalnya aku juga enggak terbiasa dengan itu.”
“Enggak apa-apa, bukannya lama-lama juga terbiasa?”