Mr. Radhika
“Bentar dulu, kita naik Biang Lala dulu, ya.”
“Senja, kamu udah bikin Abang nunggu enggak jelas, sekarang malah minta aneh-aneh. Ayo pulang!” Radhika hendak berbaik, tetapi Senja menarik lengannya.
“Sekali ini bang, serius ini mah terakhir. Bianglala enggak banyak orang bang, masuknya cuman berempat doang. Sayang loh bang udah ke sini, tapi enggak naik apa-apa. Please!”
Hot Chapters