ANYELIR KUNING
"Kenapa kamu baru kembali sekarang, Ling?"
"Desa Redan menyimpan terlalu banyak kenangan buruk untuk Aling, Kaik. Aku ingin melupakannya." Entah kenapa dadaku terasa nyeri setelah menyelesaikan kalimat.
"Tidak harus dilupakan, Nak. Cukup dijadikan pelajaran untuk berjalan ke depan. Perhatikanlah jalan yang kita lalui sekarang. Dua belas tahun tidak membuat jalan ini berubah, masih berbatu dan berlubang, masih sama seperti ketika kamu meninggalkan desa, tapi banyak pelajaran yang dapat dipetik dari jalan ini. Setiap orang yang melewatinya telah hapal, sehingga tidak perlu tergelincir lagi saat hujan turun. Begitu pun hidupmu, Nak. Jangan dihindari tapi dihadapi. Nanti kamu akan terbiasa, kemu