Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bareksa

Bareksa

Nala merogoh buku dari dalam tasnya. "Idih, jangan buru-buru dong," Padma merajuk lagi. "Aku ada kejutan nih buat kalian!" Dia meraih sebuah kotak seukuran bantal bayi yang terbungkus oleh plastik hitam. Dengan antusias dan tergesa-gesa, Padma merobek-robek bungkusnya. Isinya sungguh di luar perkiraan Nala: satu set lightstick dan miniatur personel grup penyanyi laki-laki dari negeri gingseng.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai binks sake
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Punggungya sedikit bungkuk dengan bahu yang kecil. Tak menunggu lama, Nyimas segara membuka pintu. Kembali engsel yang berkarat bersuara bersamaan dengan suara rebusan air. Hasta tak menyadari kehadirannya beberapa menit. Karena dia benar-benar serius dengan pembicaraan Arka. Dikiranya hanya pelanggan kopi biasa. Hingga dia tak sengaja melihatnya. dan secara tak sadar menendang sepatu Arka untuk memberi kode berhenti berbicara.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai binks sake
Baca
+Pustaka
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

“Tumben lo minum wiski?” Jadi benar Jameka kembali menjalin hubungan dengan Kevino. Lih baru saja mendukung dugaan Tito tersebut. Bravo! Selamat, To! Lo cowok paling tolol sejagat raya! batin Tito mengejek. “Penginnya sampanye Armand de Brinag Midas. Tapi gue cuma nemu Jack Daniel’s ini di lemari. Lagian apa yang mau dirayain pakai sampanye? Ketololan gue?”
945 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai binks sake
Baca
+Pustaka
Bisikan Dosa

Bisikan Dosa

“Wine. Anggur. Minuman wajib di pesta seperti ini.” Alana menggigit bibir. “Aku takut mabuk.” Perempuan itu tertawa pelan, suaranya renyah. “Mana ada mabuk kalau cuma minum sedikit. Tenang saja. Rasanya juga unik.” Alana masih ragu, tapi tatapan meyakinkan dari perempuan itu membuatnya goyah. Ia akhirnya mengangguk kecil, lalu mengambil segelas. Dengan hati-hati, ia mendekatkan gelas ke bibirnya, mencium aromanya. Hidungnya spontan mengernyit.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai binks sake
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai binks sake
Baca
+Pustaka
Mainan Baru Tuan Montevista

Mainan Baru Tuan Montevista

“Aku tahu ini canggung, Keisha. Tapi lihatlah tempat ini. Bukankah ini luar biasa? Ini adalah level bisnis yang baru. Hei, aku akan mengeluarkan cocktail non-alkohol yang sudah kubuatkan di studio. Anggap saja ini sesi latihan santai sebelum presentasi besar.” Raka berjalan ke bar kecil di sudut ruangan dan mengeluarkan sebuah pitcher kristal berisi cairan berwarna merah cerah. Dia menuangkannya ke dua gelas champagne yang indah. “Demi The Montevista Baker yang segera menjadi raksasa Asia,” ujar Raka, mengangkat gelasnya dengan tatapan yang sangat intens—tatapan yang kini kurasakan bukan lagi sekadar ambisi, tetapi ketakutan yang mendalam yang dia sembunyikan.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai binks sake
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status