Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Dila begitu semangat melihat setiap sepeda yang berjejer rapi. "Bu, Dila mau yang itu," tunjuknya pada sepeda lipat warna kuning. "Pak, yang itu saja." Pak Eko menyuruh karyawannya untuk mengambil sepeda yang berada paling tengah. "Sekalian kami mau beli mesin cuci dan kulkas." "Wah, Alhamdulillah sekali." Pak Eko mengantar kami ke toko sebelah. Beliau memberitahu satu persatu kelebihan dan kekurangan dari setiap merk yang ada.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 583 kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Tak ada yang menyangka pekerjaan kasar bisa terasa menyenangkan bila dikerjakan bersama. Di sudut ruangan, Kemi, perempuan tertua dari mereka, sedang menuliskan daftar pengiriman. Ia menandai dua keranjang besar dengan ukiran sederhana: satu bertuliskan Kali Bening, satu lagi Desa Anggur. “Besok pagi kita kirim yang ini,” ujarnya pada dua gadis muda. “Jangan lupa bilang pada warga, simpan arangnya di tempat kering. Kalau basah, susah menyala.”
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

“Bukan gitu.” “Terus kenapa?” tanya Kalingga penasaran. Bening menyandarkan punggungnya ke headboard dan melirik ponselnya sekali lagi. “Endors kali ini itu produk baju couple dan orangnya minta harus sama pasangan pas promosi. Aku ragu-ragu, jadi nggak langsung kasih jawabannya ke mereka.”
9.8127.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

“Jangan ... eekk .... bercanda, Bil! Ekk.” Aku menahan tawa di perut. Ekk! “Biasanya untuk memperlancar itu minum Kiranti, Lit. Aku beliin, ya, biar lancar biji kelengkengnya masuk ke dalam perut. Mau, Lit?” “Aduh, ekk.” “Ya udah kalau gak mau. Aku beliin Sari Adem atau Gasegar cap kaki empat. Tunggu, ya?”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Huruf-hurufnya telah melebur bersama lembaran kertas hingga tak terbaca. Kantor Bian kerap kehadiran tamu, baik berupa wartawan maupun penggemar atau yang terburuk justru pembencinya. Ada yang sengaja mengirimkan makanan, bunga dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, Bian juga kerap mendapatkan pelecehan seperti mobilnya dipenuhi oleh tulisan kotor. Yang tak pernah terpikirkan Bian bahwa ia mendapatkan surat kaleng yang berisi ancaman. Di zaman serba kamera masih saja ada orang yang menakutkan dengan cara kuno. Bian mengambil kaleng tersebut dan menyimpannya dalam laci. Ia terlalu enggan untuk membuka apalagi membaca. Biarkan itu berlalu.
1047.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda

Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda

Aku tak mau pakai, takut tiba-tiba ditagih. “Lho, kok kalengnya nggak ada? Perasaan aku simpan di sini, deh.” Gumamku heran. Kaleng kecil yang berisi uang tabunganku, tak ada di tempatnya semula. Biasanya aku simpan di rak paling atas, di belakang lipatan pakaian dalamku, dan kang Helmi.
10729 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
Pesona Tampan Papa Angkat

Pesona Tampan Papa Angkat

kata Emanuel. “Iya Papa, ta-tapi bisakah kau tidak usah membawa pistol?” Emanuel pun tidak lagi menjawab, dia lantas menuju lemari es untuk mengambil dua kaleng minuman berwarna! Padahal jika sedang bersantai begini Emanuel biasanya meminum wine favoritnya tapi karena ada Bianca terpaksa dia mengambil minuman kaleng.
8.715.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

"Kebetulan, aku ada yang paten punya. Baru datang dari Kongo." Bancuk memilah beberapa botol obat yang tersusun di lemari khusus. Setelah dapat, dia pun meletakkan sebotol obat berwarna pink dengan gambar cobra yang lagi mengembang kepalanya. "Kok, nggak meyakinkan, Cuk." Botol itu kutilik dengan saksama. "Inilah kau ... udah kukasi tahu, masih aja nggak percaya."
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Hanya saja, harga gaun ini tidak cocok untuknya. Melihat tatapan meremehkan sales wanita di depannya, Nala tidak ingin menyerah dan segera menyodorkan kartu debit yang diberikan Adam sebelumnya pada si sales, "Ambil ini! Kita akan tahu, apa gaun ini mampu kami bayar atau tidak." Weni melirik kartu ditangan Nala. Sejenak, jantungnya sempat berdebar saat melihat warna emas dan logo sebuah bank ternama di sudut atas kartu.
9.1171.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

(*Suksma mewali = terima kasih kembali. (*Lengis Bali = Minyak Bali/ Minyak kelapa (*Pisang rai = Jajan khas Bali, berupa pisang berbalut tepung terigu diberi warna hijau/ merah dibalur parutan kelapa. (*Bale Bengong = Tempat santai menyerupai gubuk, berukir khas Bali. Terletak di halaman rumah.
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 518 kali sebagai banci kaleng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status