Kutukan Wasiat Kakek
Suaranya pelan, berusaha menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuknya.
“Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Ar-Rahmanir Rahim, Maliki yaumid-Din .…”
Suaranya sedikit bergetar, tetapi ia terus melanjutkan, berusaha meresapi setiap kata.
“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, ihdinas-siratal-mustaqim, siratal-ladzina an’amta ‘alayhim, ghayril-maghdubi ‘alayhim wa laddallin. Amin.”
الفصول الرائجة