Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Undangan

Undangan

“Woi Rayhan, ada paket tuh buat lu. Gue taro dimeja lu.” Rayhan hanya mengacung dua jempol dan sedikit berlari menuju mejanya. Lagi-lagi tidak ada nama pengirim, tidak mengejutkan. Tidak berlama-lama Rayhan merobek amplopnya dan mengambil secarik kertas. Kertasnya bertuliskan TEA TIME 4 PM.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Amnesia

Amnesia

Sangat manis. TBC. Sorry for typo!! Thanks for reading!!
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Batari membeku. Seolah ada dingin yang masuk lewat tulang rusuk, menekan jantung pelan-pelan. Napasnya hilang sejenak. Dunia seperti meredup di pinggir. “Kamu milik kamu,” bisik Lenka. “Tapi tubuh kamu bisa aku pinjam.” Batari menggeleng keras. “Aku nggak mau.” Lenka tidak marah. Ia hanya tersenyum tipis, dan itu lebih mengerikan. “Kita sudah sepakat andai kamu lupa Batari.”
10440 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Bisikan Dosa

Bisikan Dosa

“Ada apa, Kak?” Nero mengeluarkan selembar amplop panjang dari saku jasnya. “Ini,” katanya sambil menyerahkan. Alana menatap amplop itu penasaran, lalu membukanya. Di dalamnya ada dua tiket pesawat dan brosur dengan gambar laut biru jernih. Matanya melebar. “Ini… liburan?” Nero mengangguk. “Maldives.” “Serius?” Alana terbelalak. “Dari siapa?”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Nyonya Fiora (Akan Kuhancurkan Hidup Suamiku!)

Nyonya Fiora (Akan Kuhancurkan Hidup Suamiku!)

*** Bersambung. Next?
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

’ batin Kinan curiga. ***
9.8129.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

Nindy mengambil bantal di sebelahnya, lalu meremas benda itu dengan sangat kuat menggunakan kedua tangannya untuk merespons rangsangan fisik dari Malik. "Ritmenya terlalu cepat atau nggak?" tanya Malik sambil terus menatap titik keluhan tersebut. "Jangan berhenti, Malik! Terusin aja pakai ritme itu!" jawab Nindy dengan suara serak.
5.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

cibir Beno. ******************************
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status