Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Home

Home

--- "I let my heart close and I know it's not the right thing to do. But I'm afraid, afraid of what could happen if i let you enter my home." quotes by floribel. ---
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
BE WITH YOU

BE WITH YOU

“Leave something for someone but don’t leave someone for something.” – Enid Blyton Aku menunggu taksi yang dinaiki Brian kembali melaju, setelah itu melangkahkan kaki dengan cepat memasuki lift apartemen. Aku ingin memastikan Manee sudah pulang dan ada di dalam apartemennya. Jujur, aku sangat khawatir. Sesampainya di lantai sepuluh, aku memencet bel pintu apartemen Manee dengan tidak sabar. Entah berapa kali, aku tidak sadar.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Please Let Me

Please Let Me

Ia masih menatap Reivant dengan pandangan tidak percaya. Ia pun membuka pintu mobil itu lalu berkata, “Terima kasih.” Reivant yang mendengar itu hanya membisikkan kalimat selamat tidur. Agar tidak terlalu canggung, Vanilla pun menambahkan ucapan selamat tinggal, “Hati-hati di jalan, Reivant.” ***
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Undangan

Undangan

“Woi Rayhan, ada paket tuh buat lu. Gue taro dimeja lu.” Rayhan hanya mengacung dua jempol dan sedikit berlari menuju mejanya. Lagi-lagi tidak ada nama pengirim, tidak mengejutkan. Tidak berlama-lama Rayhan merobek amplopnya dan mengambil secarik kertas. Kertasnya bertuliskan TEA TIME 4 PM.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Batari membeku. Seolah ada dingin yang masuk lewat tulang rusuk, menekan jantung pelan-pelan. Napasnya hilang sejenak. Dunia seperti meredup di pinggir. “Kamu milik kamu,” bisik Lenka. “Tapi tubuh kamu bisa aku pinjam.” Batari menggeleng keras. “Aku nggak mau.” Lenka tidak marah. Ia hanya tersenyum tipis, dan itu lebih mengerikan. “Kita sudah sepakat andai kamu lupa Batari.”
10578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

: Rani Aku masih menunggu tulisan 'mengetik' tersebut beralih menjadi notifikasi dari Miko. Tampaknya Miko di seberang sana masih merangkai jawaban yang tepat. Miko:"Apanya yang salah. Toh dia juga teman kita. Kecuali kalau kamu emang masih suka sama dia. Beda lagi ceritanya,"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
RESTU

RESTU

🦁🦁🦁🦁 08XXX kalah Mata Revan membulat pesan apa lagi ini Feljun melihat raut wajah Revan yang kelihatan tak suka. "Napa lo bos? Lapar?" tanya Feljun. "Ada pesan dari nomor gak di kenal," terang Revan. Kevlar, Aksa dan dirga yang tertarik dengan topik nya menghampiri Revan dan Feljun. "Apa isi pesannya?" tanya aksa yang tak ingin berlama lama. "Baca aja sendiri," suruh Revan.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Hold off

Hold off

"Kenapa? Kenapa marah-marah?" Mika menyerahkan ponselnya ke Yama yang langsung di terima dan di baca. Mata Yama bergerak membaca kata-demi kata yang ada di layar ponsel yang semakin lama wajahnya mengendor "Biarkan! Orang iri." Titah Yama meletakkan ponsel Mika di meja. Hansol yang mengusak bulu Thor hanya memperhatikan.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Membuatku berhenti dan langsung berbalik untuk menatap pria itu seutuhnya. “Luna, tolong dengarkan saya! Diluar sangat berbahaya. Alpha akan segera kembali, saya sudah mengirim pesan padanya. Beliau baik-baik saja, percayalah! Jadi, tolong tunggulah sebentar saja.”
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai bitte
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status