Obsesi Tuan Kaivan
tanya Alesha dengan suara bergetar, masih berusaha mencari kesalahpahaman di balik kalimat itu.
Ballroom Hotel Grand Arcadia mendadak sunyi. Alunan biola yang sejak tadi mengalun lembut terasa lenyap begitu saja dari telinganya, seakan seluruh ruangan menahan napas bersama-sama. Dengan tangan gemetar menggenggam buket bunga putih, Alesha menatap pria di hadapannya. Kaivan berdiri sempurna dalam jas hitam mahal, namun sorot matanya hanya dipenuhi kebencian. Tidak ada kehangatan, tidak ada rasa iba hanya penolakan yang begitu nyata di depan semua tamu undangan.