ISTRI TUKANG CILOK
Oh Tuhan, kenapa di saat kami jatuh dan butuh dukungan, justru orang tua ku seakan membuatnya menjadi kian terpuruk?
Tidak berselang lama, sebuah mobil sedan datang. Itu pasti Mbak Devi. Kebetulan sekali saat aku kesini, dia juga datang.
"Mbak, kebetulan datang. Ini Airin bawa cilok banyak,"
Dia menatap ku keheranan.
"Tumben,"
"Lagi di coba sama Yang Punya Hidup, mbak. Dapat orderan fiktif,"
"Nggak usah sedih. Itu resiko nikah sama penjual cilok. Disuruh nikah sama yang gajinya pasti saja nggak mau," katanya sinis lalu berlalu masuk ke dalam.
Hot Chapters