Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Kuli

Menantu Kuli

Ia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas terakhir dari sakunya dan membeli sebotol air mineral dingin. Duduk di bangku kayu di depan kios, ia meneguk air mineral itu dengan perlahan, mencoba mendinginkan tubuhnya. Pandangannya teralihkan ke seberang jalan, di mana sebuah restoran seafood tampak begitu ramai. Willy membaca papan nama di atas pintu masuk restoran itu “Restoran Ester - Spesialis Seafood.”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

sahut Dania. “Ayo dimakan,” seru Rani dengan wajah berseri. “Aaa... Emang masakan kakak nggak pernah gagal ya,” puji Dania setelah lembutnya bolu itu berhasil memanjakan mulutnya. “Benar. Daripada orang yang goreng telur ceplok kuningnya jadi hitam,” cerocos Raka sembari memasukkan sepotong bolu ke dalam mulutnya. Dania berbalik sambil menatapnya jengah, “Nyindir?”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

"Bapak nanya-nanya mulu kaya bapak tuh cowokku aja deh." "Lila sekali lagi saya tanya, kamu di club mana dan sama siapa?" Lila ngedumel tapi lebih terdengar seperti lenguhan. "Club apa ya ini? Yol, club apa nih namanya?" serunya pada Yolanda. "Flowerist!" teriak Yolanda yang kini sedang menari bersama seorang pria di dekat meja mereka. "Bapak denger, nggak? Flowerist ... Flo-we-rist. Aku sama Yolanda."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

-“Ngihihihik.” Ingatannya terkait nenek sihir yang tertawa dengan suara seperti ringkikan seekor kuda kembali terbesit, Purbararang mengatupkan bibirnya rapat-rapat. -“Ramuan untuk kegunaan semacam itu ya? Kalau begitu, ambillah ini. Ini namanya boreh. Gunakanlah dengan cara di campurkan ke dalam makanan atau minuman yang akan dikonsumsi oleh target Anda.”-
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Bulu Perindu

Bulu Perindu

David ragu-ragu menyentuh benda tersebut dengan ujung jarinya. “Ini barang bisa buat cewek-cewek tergila-gila sama Lu. Bawaannya pengen ketemu terus, makanya namanya bulu perindu. Gue dapat dua bulan lalu dari Om gue yang baru balik dari Kalimantan,” terang Andra berapi-api. David masih memperhatikan dua helai benda itu, dekat sekali dengan bola matanya. Nyaris tidak ada bedanya dengan rambut pada umumnya. “Oi, kok diem?” tanya Andra setengah membentak. David sedikit terkejut namun matanya masih belum beralih.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Bhu & Akra

Bhu & Akra

Dari aroma yang menggelitik hidungnya, Ana bisa menebak siapa yang tengah memeluknya ini. “Bhu, sudah selesai tur keliling paviliun Akra?” Ana membeku. Ia sama sekali tak berani bergerak sedikit pun, bahkan untuk menarik napas saja Ana tidak berani. Cakra yang menumpukan dagunya pada bahu Ana, tidak bisa menahan diri untuk menyeringai dan mengecup leher Ana yang berada di dekatnya. “Bhu rupanya semakin berani, ya? Bahkan sekarang Bhu berani berbohong menggunakan nama Akra. Kira-kira hukuman apa yang cocok untuk pembohong?”
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

Pak Katno membantu Richo berdiri. "Klinik jauh, Pak! Temen saya ini harus cepet-cepet minum obat, anterin aja pulang," sahut Luna berpendapat, untuk sekarang cari cara tercepat agar keadaan Richo bisa jauh lebih baik. "Rumahnya di mana?" Pak Katno pun tampak panik. "Rumah Pak RW, yang dipakai mahasiswa KKN," jelas Luna menuntun sepeda Bude Pur yang tak mungkin ia tinggalkan begitu saja.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Bosku Galak

Bosku Galak

"Sialan lu!" "Tari! Kamu masih aja ngobrol? CEPAT KE RUANGAN!" Teriakan si Bos dari depan ruangan divisi menghentikan adegan drama konyol aku dan Evi. "Iya Pak!" Aku langsung ngibrit ke ruangan Pak Leo sebelum dia berubah jadi Monster Protein. (***)
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai boh kulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status