Kuli Gagah Spesialis
Namun di tengah gelimang harta dan kehangatan keluarga baru yang sedang mereka bangun ini, baik Wildan maupun Maya sama sekali tidak menyadari bahaya nyata yang sedang mengintai mereka.
Jauh di pesisir utara ibu kota, di dalam sebuah markas kumuh yang bau amis, Indra sedang duduk di kursi rodanya. Wajah cacatnya tertutup topeng separuh. Ia sedang memandangi sebuah kalender kehamilan yang ia buat sendiri di atas meja.
"Koh," panggil Indra dengan suara seraknya.
Kohar, bos kartel penyelundup, masuk membawa sebotol bir. "Kenapa, Ndra? Pasukan kita udah siap. Kapan kita nyerang rumah bajingan itu?"