Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
K E Y

K E Y

Karan menghampiriku, pria gagah dengan setelan kemeja yang senada kini berdiri di sisi kursiku. Aku mendongak saat Mr. Karan menyodorkan selembar kertas di atas mejaku. "Sorry sir, what is this? I really don't know," kataku. Aku sungguh payah untuk matakuliah dosenku yang satu ini. Padahal setiap sebulan sekali, Bang Ravi selalu mengajakku ke sebuah perpustakaan nasional yang ada di Jakarta.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
ISTRIKU KUYANG

ISTRIKU KUYANG

Gubrakkkkk! Ci ... luk ... ba! Jumpa lagi, jumpa kuyang kembali 😁kita sambung lagi ,ya. Tetep pantengi " TEROR KUYANG". Bentar lagi tamat. Terimakasih yang sudah mampir dan memberi like.🤗🤗🤗🤗
1036.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

“Kenapa jarak tiap bangunan di tempat ini seperti jarak tiga lapangan base ball.... “ dumel Lusia, ia kembali menarik nafas panjang. Mengisi paru – parunya dengan udara bebas dengan cara yang serakah. “Ah kamu baru saja menyadarkanku, bahwa aku terlalu kaya.... “ Aaron malah menganggap omelan Lusia sebagai pujian, “Kadang, menjadi kaya memang bisa sangat merepotkan... “ imbuh Aaron. Dua ucapan menyebalkan yang Lusia dengar, Lusia meniru ucapan Aaron dengan memonyongkan bibirnya tanpa membuat suara. Ekspresi dan gerak bibir Lusia terlihat sangat menjengkelkan untung saja Aaron tidak melihatnya.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

“Kakak” “Kakak” “KAKAK” panggil Leo untuk ketiga kalinya sembari menggoyangkan lengan Dania. “Iya kenapa?” “Leo mau serang Dinosaurusnya, kakak kok malah bengong sih?” protes anak itu. Dania menggaruk kepalanya, “Ah... Iya, maaf maaf hehe.” jawabnya cengengesan. Bibir Leo mengerucut, menampakkan ekspresi cemberut karena kakaknya yang sedari tadi bengong sambil menggoyangkan mainan dinosaurus yang dipegangnya dengan asal.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
LETUP

LETUP

“Boleh tahu jam berapa?” “Oh,” Kaila bereaksi, lantas segera melihat penunjuk waktu yang tertera di pojok kiri atas layar ponselnya–melupakan keberadaan arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. “Setengah tiga kurang lima,” jawabnya sopan
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
Luka Cinta

Luka Cinta

sapa Mario pada Erika. Mario adalah pemiliki dari perusahaan AR yang juga sama dengan Erika, tengah merebutkan posisi sebagai pemenang dalam tender besar bersama Cullen. "Siang Tuan Mario" "Jangan berharap begitu banyak, perusahaanmu tidak akan mendapatkan tender ini, Nyonya Erika. Karena ini hanya untuk perusahaan-perusahaan besar dan ternama. Perusahaan anda tergolong dalam perusahaan kecil, Cullen tidak akan mau mengambil resiko" sombong Mario dengan begitu percaya dirinya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

ujar Sarah sembari menunjuk ke arah mini bar di sisi dinding berwarna hijau muda. Setelah berlalunya Sarah, bukannya menukarkan kupon, Lana malah langsung mendekat ke arah kerumunan orang yang tengah mengerubungi Caleb, sang pembaca tarot. Lagi pula, Lana belum merasa ingin minum setelah tadi ia menghabiskan es kopi susu ukuran large di coffee shop tempat Arga bekerja.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
Kenikmatan dalam Luka

Kenikmatan dalam Luka

"Kalau ada orang yang bisa melihat S line-mu, aku yakin ada banyak garis di kepalamu." "S Line?" tanya dua orang lain dengan kening berkerut bingung. "Itu adalah drama Korea, jadi lupakan saja." Malas menjelaskan, Bastian hanya bisa mengelak. "Tapi apa kalian benar-benar hanya berdua saja." "Kau itu kenapa sih, Baz?" Kening Ariana yang tadi sudah mulus, kembali memperlihatkan kerutan dalam. "Kenapa bertanya hal yang sama terus?"
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Satu kali teguk, kopi di gelasnya tandas. Biru memilih memutar tumit. "Bereskan," titahnya pada pria yang tadi. Ia pun pergi dari gudang itu. *** Luka tusuk yang Liara alami cukup dalam, meski tak sampai melukai organ dalam. Perempuan itu butuh donor darah dan perawatan rumah sakit paling tidak lima hari. Mendengar itu, sekali lagi Hagan menyalahkan dirinya. Bagaimana pun, ini memang salahnya.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 980 kali sebagai l ku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status