Pendekar Romantis
kini Sembara paham, pria tua yang menyebut namanya Kakek Manyan tak suka basa basi berlebihan.
Sembara pun duduk dan hidungnya kembang kempis mencium aroma kopi yang harum milik Kakek Manyan ini.
“Hmm ngiler liat kopi aku, tuh ada gelas di pojokan, di teko masih banyak, awas jangan dihabiskan, ku ketuk batok kepala kamu itu. Setelah itu kamu cerita kenapa kamu sampai hanyut di Sungai dan cerita siapa jati diri kamu, awass kalau bohong, aku benci orang pembohong, sudah ratusan pembohong aku bunuh!” cetusnya bengis.
Hot Chapters