Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Bukan karena kuat seperti yang orang kira, Zahra memilih memeluk luka sendirian karena sadar betul tidak ada gunanya menjual air mata kemana-mana. Tidak lama, mereka sudah sampai di salah satu kafe dengan konsep Jepang yang sangat kental. Beruntung tempat itu tidak terlalu ramai meski bertepatan dengan jam makan siang. Pesanan mereka datang sepuluh menit kemudian. Rika tampak sangat senang dan tidak berhenti menceritakan apapun tentang kegiatannya di sekolah.
1017.4K viewsOngoingAdded to Library 451 Times as bokura ga ita
Read
+Library
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Tok tok Tok "Kak Adam, dipanggil sama babe tuh. Makanannya udah siap." Sapa Zahra, putri tertuanya ncang Ari. Zahra sudah berdiri di depan pintu kamar Adam yang terbuka, ia senyum-senyum ketika melihat Adam yang saat itu sedang berbaring sambil menatap layar HP-nya. Ia sudah akrab dengan Adam, semenjak Adam tinggal di rumahnya. Sehingga sudah tidak canggung lagi untuk masuk ke dalam kamar Adam, ketika pemuda tampan tersebut berada di kamarnya.
9.1171.4K viewsOngoingAdded to Library 5.8K Times as bokura ga ita
Read
+Library
Kotak Itu Berbicara

Kotak Itu Berbicara

“Sat, lu mau bikin surat cinta ape malu-maluin gebetan lu?” Satria refleks berdiri dengan ekspresi wajah setengah marah, setengah kebingungan. Matanya terbuka lebar. “Bukan gue! Sumpah! Siapa yang nulis? Pakai nama gue segala. Sialan! Mainanya nggak seru.”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as bokura ga ita
Read
+Library
Dikira Melarat Usai Bercerai

Dikira Melarat Usai Bercerai

Kocak nih bocil. “Lho, emangnya kenapa? Kamu takut si Bima naksir aku?” godaku sambil mencolek dagunya Ita. Gadis cantik berkulit putih itu pun memutar bola matanya. Mukanya tampak kesal. Buru-buru dia menepis tanganku.
15.5K viewsCompletedAdded to Library 434 Times as bokura ga ita
Read
+Library
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

ujar Bora “Apa seperti babu?” tanya Ika, lalu Ika langsung menundukan kepalanya. “Ahhh kalau begitu saya permisi, jangan lupa di makan ya.” Ujar Ika “Ahhh pasti saya akan makan, sekali lagi terima kasih.”ujar Aarav Lalu Ika berjalan pergi dari sana, Dan saat Ika masuk Bora langsung memukul pantat Ika, “Mandi dulu baru berkeliaran.” Ujar Bora
105.1K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as bokura ga ita
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status