Penyesalanku
Dasar tukang ghibah, apa mereka tidak sadar, sedang memakan bangkai saudaranya sendiri?
Segera kuselesaikan makanku, buru-buru membayarnya, dan gegas meninggalkan kantin. Kupingku terasa panas, mendengar ocehan mereka. Kejam sekali, sebagai sesama wanita mereka tega menghujat sesamanya.
Sampai di depan kamar perawatan, kulihat pintunya sedikit terbuka, lamat-lamat kudengar Sandi menangis terisak. Dia sudah sadar rupanya.
Hot Chapters