ANAK TUKANG CUCI PIRING
ucapku merasa jaringan di otakku lambat berfungsi untuk mencerna kalimat terakhir Bapak.
***
“Masyaallah, benar kata Pak RT, ternyata Pak Misbah ini pandai botulin pompa air. Beruntung saya belum beli yang baru,” ucap wanita yang baru kulihat wajahnya ini.
“Rusaknya tidak terlalu parah, Bu. Jadi saya masih bisa membetulkan.” Bapak menjawab dengan penuh kerendahan hati.
“Kalau begitu, mohon diterima ya, Pak. Maaf, tidak banyak.” Wanita berjilbab hitam itu memberikan sebuah amplop cokelat pada tangan Bapak.