Sekretarisku Jilbaber
Karena warung Teh Diah tak terlalu jauh dari rumah, aku berjalan kaki ke warung Teh Diah sambil menenteng tiga box yang berisi kue.
Gang-gang sempit di tempatku tinggal sudah ramai dilewati warga, warung Teh Diah tidak terlalu ramai, ada beberapa ibu-ibu yang belanja keperluan dapur.
Sesampainya di warung Teh Diah kuserahkan ketiga box yang berisi kue kepadanya.
“Satu kotak nya isi 25 ya, Teh.”
“Dikit-dikit amat bikinnya, Neng, kue nya laris lho, Neng Nisa.”