Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin
Di hadapannya, seorang pria bermata sipit, Bahtiar, tengah membolak-balikkan beberapa lembar berkas.
"Pembunuhan ini aneh,” kata Barra, menunjuk pada dokumen yang dipegang Bahtiar. “Ada celah di alibinya.”
Yasmin mengeratkan jemarinya di pegangan nampan. Seharusnya dia tidak mendengar ini, tidak perlu tahu apa pun tentang urusan Barra. Namun, kini dia berdiri di tengah hawa ruangan yang menyesakkan.
Barra menoleh ke arah Yasmin. Tatapan pria itu seperti pedang tajam. Tidak ada sedikit pun kelembutan.