Menggali hubungan antara sejarah vampir dan 'Dracula' itu seperti membongkar lapisan-lapisan mitos yang berdarah-daging dalam budaya Eropa. Bram Stoker tidak menciptakan vampir dari nol—ia menyedot (pun intended!) inspirasi dari cerita rakyat Transylvania seperti 'strigoi', makhluk undead yang haus darah. Novelnya memadukan fakta historis Vlad the Impaler dengan legenda lokal, menciptakan Count Dracula yang jauh lebih kompleks daripada hantu-hantu cerita desa.
Yang menarik, Stoker juga terpengaruh oleh ketakutan Victoria terhadap 'yang asing'. Dracula bukan sekadar monster, tapi simbol invasi budaya—ia membawa tanahnya dalam peti mati, mengancam kemurnian Inggris. Ini berbeda dari vampir tradisional yang lebih sering jadi hantu lokal. Gabungan antara sejarah nyata, xenophobia, dan mitos inilah yang membuat 'Dracula' menjadi karya seminal.