DENDAM SANG PEWARIS
“Kau itu manusia. Bisa merasakan lelah, sakit, bahkan kecewa. Menangis dan beristirahat itu bukan perbuatan dosa yang harus dihindari. Menangis itu sesuatu yang manusiawi, tak perlu malu. Kau juga perlu sesekali meninggalkan apa yang membuatmu terbeban. Kita itu memiliki limit, Sayang. Jika terlalu memaksakan diri, kau bisa hancur. Beristirahat sejenak tidak membuatmu langsung gagal. Siapa tahu itu akan menjadi sumber kekuatanmu.”
Su Li tersenyum kala mengingat ucapan Ziang Wu malam itu. Suaminya itu benar. Beristirahat tidak akan membuatnya gagal, bahkan ia merasa ada semangat baru dalam dirinya. Sebagai rasa terima kasih, ia berjanji akan memanfaatkan waktu liburnya dengan sepenuh hati.
Hot Chapters