Menantu Bintang Lima
Iya, kan?
"Andai Mas Arfen ada di sini ya, Mommy?" kalimat pengandaian itu meluncur bebas dari mulutku bersama kesedihan yang baru. "Mirah pasti nggak perlu Dokter Nafsin."
"Eit, nggak boleh sedih!" Bella merangkulku dari belakang. "Nanti siang, Brilliant ke sini juga, kok. Kalau Rafael, kamu tahu sendiri kan, dia masih di Singapore? Oh iya, aduh, aku lupa … Brilliant tanya tadi, kamu mau dibawakan oleh-oleh apa? Sekalian dia belanja sebelum ke sini."
Hot Chapters