Broken Flower
Mobil hitam mewah yang dikendarai James meluncur tenang menuruni jalur pegunungan menuju lembah.
Grassiela duduk di sampingnya, mengenakan mantel bulu lembut dengan rambut diikat rapi. Jemarinya sesekali menyentuh kaca jendela yang berembun tipis, matanya terpaku pada pemandangan di luar: desa-desa kecil dengan cerobong asap yang mengepul, kereta gantung yang melintas di kejauhan, dan pejalan kaki yang membawa papan ski dengan wajah bahagia.
James memegang setir dengan santai, meski tatapannya tetap fokus. Di antara keseriusan itu, ia sempat melirik istrinya, lalu mengulas senyum tipis. “Kau menyukainya?"