Bias Cinta
Bias dan Bita menatap Bian dengan cepat.
“Kamu mau jadi artis?” tanya Bita memperjelas ucapan adiknya.
“Iyaaa dong! Kan, Ian danteng,” jawab Bian kembali memperlihatkan layar ponsel Cinta pada Bita. “Coba liat! Kata Mami, Ian antik bisa ikut kes … kes … apa ya?” Bian menggaruk kepala karena tidak mengingat ucapan Dinda padanya siang tadi. “Lupa Ian! Bentar,” ucapnya menyodorkan ponsel Cinta pada sang papa. “Papa, telponin Mami Din dulu. Ian mau tanya, lupa.”