Diselingkuhi Suami Diratukan Preman Miliarder
Walau sudah berdamai dan menerima keadaanku, tetapi tetap saja setiap ingat kenyataan itu dadaku seperti tersengat
Aku menunggu Bastian di pintu masuk bagian kebutuhan sehari-hari dan bahan-bahan mentah. Lelaki itu mendorong troli agar kami bisa berbelanja dengan mudah. Aku memilih barang-barang yang memang aku butuhkan selama satu bulan ke depan. Untuk buah-buahan aku lebih memilih buah yang tahan lama seperti jeruk, pisang, apel, dan pir. Kebetulan Bastian juga menyukai semua jenis buahan tadi. Ketika kami melewati rak bagian kosmetik, seseorang memanggil Bastian. Kami menoleh, aku melihat seorang wanita cantik tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah kami.