Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Semua diberi label tanggal, ditulis dengan tulisan tangan yang sudah dia hafal.
Di rak paling bawah, buah-buahan tertata penuh. Apel, jeruk, anggur, dan di sudutnya, strawberry. Buah kesukaannya. Semua tersusun dengan cara yang terlalu familiar.
“Kenapa selalu begini sih, Mas,” gumam Anindya lirih.
Pria itu selalu menemukan caranya sendiri untuk menjaga. Bahkan ketika raganya tidak ada di sisinya. Bahkan ketika dia memilih pergi.