Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Kantor begitu tenang dengan kekhusyukan para karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dan ia sudah siap dengan war mode. Begitu pintu lift terbuka, suara notifikasi Slack, email vendor, dan obrolan ringan dari Rania dan Dipo langsung menyambut. “Rel! Vendor booth LED udah confirm, tapi mereka minta logo kamu digedein lagi. Katanya… kurang centil,” lapor Rania sambil menyeret kursinya ke meja Aurelie. “Logo startup itu bukan iklan lip gloss, Ran,” balas Aurelie tanpa menoleh, mengetik cepat. “Tapi kasih versi yang warna peach muda, itu lebih eye-catching.”
1040.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as buat banner
Read
+Library
Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia

Dekorasi sederhana namun terlihat sekali aura kebahagiaan di sana, ia menyiapkan sebuah banner kain dengan tulisan "Selamat Datang Papa, Baby Akan Segera Hadir." Wanita itu terus tersenyum menatap banner, makanan ringan, dan juga dekorasi balon dan bunga yang sudah selesai ia rancang. Ia sudah membayangkan bagaimana bahagianya raut wajah Qianno nanti. Setelah ini ia tidak akan mengkhawatirkan jika suaminya akan bermain belakang darinya, karena sekarang anak yang mereka idam-idamkan akan segera hadir di tengah harmonisnya keluarga mereka.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as buat banner
Read
+Library
The Thief

The Thief

Membawanya ke meja dan meletakkannya di hadapan Huan. "Ini adalah produk terbaru toko kami dan direncanakan untuk rilis minggu depan. Saya ingin Anda mengambil beberapa foto untuk iklan dan banner yang akan rilis satu hari sebelumnya." Jill menjelaskan tujuannya bertemu dengan Huan pagi ini. "Apa ini tidak terlalu mendadak Nona?" Huan mengerutkan keningnya. Biasanya iklan dan banner akan rilis terlebih dahulu jauh sebelum perilisan produk. Namun kali ini, jarak waktunya terlalu berdekatan.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as buat banner
Read
+Library
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Tidak ada lagi rasa kehilangan arah berlebihan seperti beberapa hari sebelumnya. Siska juga sibuk dengan bagiannya sendiri. Mengatur stok masuk, mencatat dan mereview penjualan, dan sesekali berdiskusi dengan Andini soal beberapa perubahan kecil untuk pembukaan ulang. "Warna banner kita, jadi ganti?" tanya Siska sambil menunjukkan desain di tablet. Andini melihat sekilas. "Iya. Pake yang ini aja, lebih bersih."
1074.8K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as buat banner
Read
+Library
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Udah ada gerobaknya belum? Kalau belum, kebetulan ada saudara jauh Ane yang mau jual gerobak martabak. Dia berhenti jualan, ikut istrinya ke Riau. Kalau Ente minat, biar Ane yang nawar harganya,“ timpal Ustadz Maher. “Wah boleh, Tadz. Makasih banyak sebelumnya.“ Mas Hasan menjawab. “Kalau butuh banner, spanduk, box martabak, bisa hubungi Ane. Adek Ane kan punya percetakan. Masalah harga, bisalah nego,“ kata Pak Andi. Staf HRD di Annuha. “Siap. Terimakasih untuk semua bantuannya.“ 🌹🌹🌹 “Dek, ini Pak Andi nge-WA, nama kedainya apa katanya?“ tanya Mas Hasan. Aku yang sedang menulis bab baru, menjedanya dulu. Lalu berpikir sejenak.
1017.7K viewsOngoingAdded to Library 672 Times as buat banner
Read
+Library
BATARI

BATARI

Rintihan tak sengaja keluar dari bibir batari, seluruh tubuhnya yang kian sensitif akibat pengaruh obat mulai melahap sisa sisa akal sehatnya. Tubuhnya meringkuk, menutup setiap celah. Sebuah usaha sia sia Batari saat menciptkana benteng pertahanan terakhirnya. Membuat 3 predator di pintu menatap Batari dengan Lapar, Batari adalah karya seni yang sedang menunggu untuk dihancurkan. Adrian, Victor, dan Erick. Ketiganya berdiri dengan keangkuhan predator menatap Batari dengan lapar, Batari adalah karya seni yang sedang menunggu untuk dihancurkan.
10537 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as buat banner
Read
+Library
Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

“Itu cuma iklan kampanye brand. Biasa aja.” “Biasa aja? Mukanya ada di lima banner berurutan, plus di pintu masuk lobby. Kalau itu ‘biasa’, aku penasaran ‘luar biasa’-nya kayak gimana.” Nada Andini terdengar setengah menggoda, setengah nyinyir. Perasaannya campur aduk. Pokoknya, dadanya terasa panas terbakar. Dewa menahan tawa. “Kamu cemburu?”
1052.3K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as buat banner
Show Reviews (16)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Piemar
Halo, My Lovely Goodreaders, selamat datang di kisah Andini & Dewa ya.. semoga terhibur dengan ceritanya. Kali ini ceritanya tidak melulu tegang, emosional tapi ada humor yang bikin cerita makin seru.
Read All Reviews
RANJANG (PANAS) ADIKKU

RANJANG (PANAS) ADIKKU

Selagi melewati jalan utama tiba-tiba aku melihat ada sebuah papan iklan yang mengizinkan siapa saya untuk mengiklankan produk mereka di banner digital raksasa depan kampus dengan catatan si pengiklan harus membayar sejumlah uang uantuk didonasikan bagi kepentingan kampus. Sepertinya, aku punya tempat dan kesempatan bagus untuk mengirim kejutan pendek tentang Adila dan Mas Adam. Kurasa itu menarik karena bannernya di pasang di gedung utama yang langsung menghadap jalan raya, dan itu juga diperempatan lampu merah. Jadi kurasa jumlah penonton akan banyak sekali Maka aku segera menyimpan nomor kontak untuk admin yangmelayani periklanan tersebut.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as buat banner
Read
+Library
Sentuhan Panas Bos Suamiku

Sentuhan Panas Bos Suamiku

Rania mengernyit mendapati stand banner yang ada fotonya sebagai perwakilan restoran mendadak tidak ada. Biasanya ada beberapa banner di dekat restoran, salah satunya adalah foto dirinya yang mempromosikan jajan lokal. "Mengapa bannernya tidak ada? Kemarin masih ada. Apa sudah waktunya ganti banner?" gumam Rania yang memutuskan tidak ambil pusing dan melanjutkan langkahnya. "Selamat pagi semua!" sapa Rania begitu ia masuk ke dapur, surga baginya.
9.9246.5K viewsCompletedAdded to Library 8.4K Times as buat banner
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status