Pernah suatu kali aku menemukan film lokal yang memamerkan keindahan Bukit Parahyangan, dan itu bikin aku terpana. Adegan-adegannya menangkap hamparan hijau yang luas, kabut pagi yang misterius, dan kontur bukit yang dramatis. Film itu bukan hanya sekadar latar belakang, tapi jadi bagian dari cerita—seperti karakter tersendiri. Sayangnya judulnya agak kabur di ingatanku, tapi visualnya melekat kuat. Kalau kamu suka nuansa alam yang epik, coba cari film-film indie Indonesia bertema petualangan atau drama keluarga; beberapa di antaranya sering syuting di sana.
Aku juga ingat ada adegan sunset di salah satu scene yang bikin merinding—cahaya keemasan menyapu lereng bukit sementara tokoh utama berdiri di puncak. Rasanya seperti menyampaikan sesuatu tentang pencarian diri. Mungkin itu metafora, tapi yang pasti, Parahyangan selalu jadi lokasi syuting yang memukau.