Rayuan Maut Para Tetanggaku
Lastri mengerang kecil, dia bisa merasakan betapa keras dan panasnya benda di bawah sana.
"Duh... pantesan aja. Punya Mas Bima ini kayaknya bukan punya manusia biasa ya? Gede banget... keras lagi," bisik Jubaedah sambil mulai berani memasukkan tangannya ke dalam sarungku, langsung menggenggam bongkahan besar yang berdenyut hebat itu.
"Ahhh... Mas..." Jubaedah tersentak, matanya membelalak. "Ini... ini beneran aslinya segini? Gede banget, Mas!"