Bukan Mantan
Aku menghampiri Ibu, mencium tangannya kemudian membelai wajahnya penuh sayang.
“Ibu ... ini Ambar.” Air mataku jatuh, aku hancur menyaksikan pahlawan hidupku akhirnya tumbang tak berdaya oleh keadaan.
“Bu ... Ibu ... bangun Bu. Ini Ambar.”
Tak ada sahutan, aku memeluk ibuku dan menenggelamkan wajahku pada perutnya.
“Bu ... Ibu ... bangun. Hiks ... hiks ....”
Namun, sama seperti tadi, Ibu hanya diam.